Oleh: Zaldy Munir
Biarlah angin mengatakan
Biarlah hujan menyampaikan
Bahwa cintaku tulus hanya untukmu
Tapi, kau tak pernah mengerti aku
Selalu ingin menang sendiri
Kerena keegoisanmu
Kau mayakiti hatiku
Luka hati karena cintamu
Dimanakah pengobatan lukaku?
Yang talah lama ku simpan sendiri
Gemerisk angin membelai lembut wajahku
Seolah ia ingin membalut lukaku
Aku bukan segelas air, pelapas haus dahaga
Aku bukan persinggahan, tempat pelarian hatimu
Ku tak percaya semua ini
Begitu cepat kau berpaling
Di kala hati ini semakin sayang padamu
Lantas, cintamu untuk siapa?
Hatimu untuk siapa?
Rindumu untuk siapa?
Open your eyes baby
Open your heart…
Oh baby can’t yau see
Oronis memang, mungkin suratan takdir
Berharap kearifan ada pada dirimu. *
Rabu, 30 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar